Melanjutkan tulisan LA TAHZAN “ketika bangkrut”
Belum lama ini rumah saudaraku mengalami kebakaran, hingga ludes habis tanpa sisa termasuk isinya tidak ada yang terselamatkan. Namun Alhamdulillah semua penghuninya selamat, karena pada saat kejadian Allah telah membuat skenario agar mereka tidak berada di rumah. Si Bapak bekerja, si istri ikut menghadiri acara lamaran pengantin baru, si anak anak semua sekolah. Saat kejadian Si Embah Putrinya menangis sambil berkata “Iki piye leh. Kok kedadiane ngene..putuku suk mangan opo..kok entek kabeh//ini bagaimana..kejadiannya kok seperti ini..cucuku besok makan apa..semuanya telah habis”
Sesaat melihat kejadian itu aku merasakan betapa sedihnya mereka danaku sempat ingin menangis juga, akan tetapi segera ku tepis rasa itu, dan aku berusaha untuk menenangkan mereka.
Sesaat di kejadian itu aku teringat, ceramah dari Prof. DR Amien Rais dan KH. Kholil Ridwan LC pada saat kuliah umum Kajian Ahad Pagi di Gedung Majelis Tafsir Alqur’an Solo. Pak Amien Rais mengatakan Menghadapi dunia itu Tidak usah Sepaneng, Tidak usah kemrungsung, nyantai sajalah. Jangan karena urusan dunia menjadikan kita bermusuhan. “Saya kasih tahu ya, kenapa semakin hari semakin lama, MTA ini semakin subur, semakin Ngredo (jawa—red), Anggotanya, simpatisannya semakin banyak. Itu semua karena pengurus pengurus disini bekerja hanya mengharap ridhlo Allah” begitu pak amien mengatakan Dan Sudah barang tentu karena hanya sesuatu disisi Allah sajalah yang kekal Abadi. Karena kesenangan di dunia ini hanyalah kesenangan yang menipu. Kemudian beliau menyitir Qur’an surat Al Hadid ayat 20
اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.
Surah Al-Hadid (57:20)
Jadi tidak usah spaneng dengan Dunia karena hanya sesuatu yang menipu. Kalau kita spaneng dengan dunia tatkala dia hilang meninggalkan kita, kita menjadi sedih tak karuan.
Di kesempatan lain KH. Kholil Ridwan LC pernah mengatakan bahwa setiap manusia itu pasti akan di uji. Ada yang di uji dengan kesenagan dengan harta yang melimpah, dengan prestasi yang gemilang. Namun ada juga yang di uji dengan kesempitan ketakutan, kekurangan dan hal hal lain yang tidak mengenakkan. Mengapa demikian karena jauh jauh sebelum nya Allah telah membuat kisi kisi atau peringatan dalam Alqur’an surat Albaqoroh ayat 155 s/d 157
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
Surah Al-Baqarah (2:155)
الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji´uun.
Surah Al-Baqarah (2:156)
أُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ
Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.
Surah Al-Baqarah (2:157)
Dengan demikian semoga semua menjadi pelajaran bagi kita, semoga menjadi peringatan bagi kita agar iman kita bertambah agar ketakwaan kita semakin menjadi baik sehingga kita menjadi hamba yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Allah SWT.. Amien

