oleh : ustadz Ahmad Muslim
Apa lintasan pikiran pertama ketika kita mengalami sebuah peristiwa? Jika kita sakit maka pikiran kita akan tertuju pada dokter yang biasa kita datangi atau obat yg biasa kita minum. Dan demi sebuah kesembuhan kita bisa memaksakan diri kita meskipun dalam kondisi sakit untuk pergi menuju tempat dokter atau apotek yg kita pikirkan.
Ketika anak kita akan mengikuti ujian di sekolahnya dan meminta kita untuk membayar spp yang belum terbayar dan uang ujian dan pada saat itu kita betul-betul tidak memiliki cukup uang untuk membayar itu semua, sementara kalau tidak dibayar anak kita tidak bisa ikut ujian, maka pikiran kita akan tertuju pada saudara, sahabat, teman kerja yang mungkin bisa membantu memberi pinjaman uang kepada kita. Dan demi memenuhi kebutuhan itu kita bisa memaksakan diri untuk berangkat menuju tempat orang yg kita maksud meskipun jauh dan menghilangkan malu kita.
Ketika kita membutuhkan pekerjaan atau proyek dengan harapan dari situ kita memperoleh penghasilan, maka pikiran kita langsung tertuju kepada teman atau saudara yg punya koneksi atau menjadi "orang dalam" sebuah perusahaan atau instansi. Dan demi sebuah pekerjaan kita rela menghinakan diri kita di depan "orang dalam" tadi bahkan membawakan sesuatu hadiah.
Kenapa kita selalu berpikir untuk minta tolong kepada yg jauh dan belum tentu berhasil? Kenapa tidak minta tolong pada yg dekat dan pasti berhasil? Siapakah yg dekat itu? Dialah Allah Yg Maha Dekat dan Penyelesai semua urusan.
"Dan jika engkau ditanya hambaku tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku akan mengabulkan doa orang yg berdoa. Maka penuhilah seruanKu dan berimanlah kepadaKu agar mereka memperoleh kebenaran" (QS Al Baqoroh (2):186).
Sebelum jauh-jauh mencari pertolongan, datanglah kepada Allah, mintalah kepadaNya, baru kemudian berikhtiar yg tidak melanggar aturanNya, maka yakinlah hajat kita akan terkabul.
Hanya kepadaMu ya Allah aku beribadah dan hanya kepadaMu aku mohon pertolongan.
Apa lintasan pikiran pertama ketika kita mengalami sebuah peristiwa? Jika kita sakit maka pikiran kita akan tertuju pada dokter yang biasa kita datangi atau obat yg biasa kita minum. Dan demi sebuah kesembuhan kita bisa memaksakan diri kita meskipun dalam kondisi sakit untuk pergi menuju tempat dokter atau apotek yg kita pikirkan.
Ketika anak kita akan mengikuti ujian di sekolahnya dan meminta kita untuk membayar spp yang belum terbayar dan uang ujian dan pada saat itu kita betul-betul tidak memiliki cukup uang untuk membayar itu semua, sementara kalau tidak dibayar anak kita tidak bisa ikut ujian, maka pikiran kita akan tertuju pada saudara, sahabat, teman kerja yang mungkin bisa membantu memberi pinjaman uang kepada kita. Dan demi memenuhi kebutuhan itu kita bisa memaksakan diri untuk berangkat menuju tempat orang yg kita maksud meskipun jauh dan menghilangkan malu kita.
Ketika kita membutuhkan pekerjaan atau proyek dengan harapan dari situ kita memperoleh penghasilan, maka pikiran kita langsung tertuju kepada teman atau saudara yg punya koneksi atau menjadi "orang dalam" sebuah perusahaan atau instansi. Dan demi sebuah pekerjaan kita rela menghinakan diri kita di depan "orang dalam" tadi bahkan membawakan sesuatu hadiah.
Kenapa kita selalu berpikir untuk minta tolong kepada yg jauh dan belum tentu berhasil? Kenapa tidak minta tolong pada yg dekat dan pasti berhasil? Siapakah yg dekat itu? Dialah Allah Yg Maha Dekat dan Penyelesai semua urusan.
"Dan jika engkau ditanya hambaku tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku akan mengabulkan doa orang yg berdoa. Maka penuhilah seruanKu dan berimanlah kepadaKu agar mereka memperoleh kebenaran" (QS Al Baqoroh (2):186).
Sebelum jauh-jauh mencari pertolongan, datanglah kepada Allah, mintalah kepadaNya, baru kemudian berikhtiar yg tidak melanggar aturanNya, maka yakinlah hajat kita akan terkabul.
Hanya kepadaMu ya Allah aku beribadah dan hanya kepadaMu aku mohon pertolongan.
