INFO HERBAL :
Home » , » JADIKAN KESULITAN SEBAGAI PENINGKAT KEIMANAN

JADIKAN KESULITAN SEBAGAI PENINGKAT KEIMANAN

Written By Unknown on Rabu, 09 April 2014 | 08.03


Oleh : Ustad ahmad muslim
Cobalah anda renungkan beberapa pertanyaan beikut ini. Pernahkah anda memesan untuk dilahirkan di bumi ini? Siapakah yang menciptakan anda? Sewaktu di dalam perut ibu, bukankah anda sudah mendapat rezeki, bahkan tanpa pernah minta dan tanpa usaha apapun anda mendapatkan makanan yang menumbuhkembangkan tubuh anda.
Pada saat lahir ke bumi, anda belum bisa melihat, mendengar, dan bicara dengan sempurna, tapi anda langsung tahu bagaimana memasukkan makanan melalui mulut meskipun belum pernah sama sekali anda melihat orang lain melakukan proses itu. Siapa yang memberi kemampuan itu kepada anda? Anda akan menjawab ALLAH. Ya betul, apa saja yang terjadi pada kita adalah atas kehendak Allah. Jika Allah tidak berkehendak sampai hari ini pun anda mungkin tidak pernah terlahir di dunia.
Dari hari ke hari anda memiliki kemampuan yang terus bertambah, bisa tengkurap, merangkak, berjalan, berlari, melompat dan kemampuan lain yang begitu menakjubkan. Anda mendapatkannya tidak sekaligus tapi bertahap. Bahkan anda harus melakukan perjuangan tanpa lelah, harus jatuh berkali-kali, sakit tetapi terus berupaya dan yakin bahwa suatu saat nanti anda akan mampu melakukannya. Pernahkah anda berpikir bahwa ada orang lain yang tidak seberuntung anda. Ada orang lain yang memerlukan waktu lebih lama untuk bisa berjalan, bahkan tidak mampu berjalan seumur hidupnya. Maka bersyukurlah atas segala nikmat yang telah anda terima. Belajar dari perkembangan hidup kita dari janin sampai sekarang, setiap tahap memerlukan proses. Tetapi Allah selalu hadir pada saat kita membutuhkan dengan caraNya yang sangat indah.
Pada saat kita belum mampu melakukan apa-apa sama sekali, Allah tetap memberi makan kepada kita melalui selang khusus yang mentansfer makanan dari ibu ke perut kita. Pada saat kita harus menyusu ibu kita, Allah ilhamkan cara menyedot yang efektif lewat mulut kita. Pada saat kita butuh komunikasi, Allah ilhamkan bahasa ibu kita. Pada saat kita butuh bergerak, Allah beri kita kemampuan berlari. Masih banyak lagi yang Allah berikan meskipun kita tidak memintanya, tetapi sangat kita butuhkan dan bermanfaat dalam kehidupan selanjutnya.
Yakinlah, bahwa ketika Allah mengirim kita ke dunia, Allah sudah menyiapkan rezeki kita, Allah sudah menyediakan apa yang kita butuhkan. Syukuri apa yang sudah kita peroleh. Fokuslah pada nikmat-nikmat yang sudah kita dapat. Jangan fokus kepada apa yang belum berhasil kita raih, karena belum tentu itu baik buat kita.
Allah lebih tahu yang terbaik buat kita. Nikmati saja setiap proses kehidupan dan syukuri semuanya. Ketika kita mampu bersyukur dengan benar, kita akan mampu menjalani kehidupan ini dengan gembira, tidak gelisah. Kalaupun ada satu dua keinginan yang belum tercapai kita tidak mengeluh atau kecewa. Yakinlah Allah sudah menyiapkan skenario yang lebih baik dari rencana kita.
Kalaupun ada masalah-masalah yang muncul dalam kehidupan kita, yakinlah itu cara Allah untuk memberikan ilmu kepada kita, untuk meningkatkan keyakinan kita bahwa tidak ada daya dan kekuatan selain daya dan kekuatan Allah, dan untuk meningkatkan derajat kita di hadapan Allah. Jalani saja proses kehidupan ini dengan menyandarkan semua urusan kepada Allah. Pasti semua kebutuhan kita akan dicukupiNya.
Hari ini kita berjalan bisa melangkah kemana saja, karena sewaktu belajar berjalan kita tidak takut jatuh. Kalaupun jatuh kita segera berdiri untuk mencoba lagi, dan lebih terbantu lagi dengan dukungan dari orang-orang di sekitar kita yang terus memberikan semangat dan meyakinkan kita bahwa kita akan berhasil. Jika saat kecil kita mampu melewati satu tahap tantangan kehidupan yang cukup berat, maka dengan pola yang sama yaitu tidak berputus asa dan berkumpul dengan orang-orang yang memberikan semangat, maka kita pun akan mampu melewati tantangan kehidupan yang hari ini kita hadapi.
Benarlah apa yang disampaikan Allah dalam surat al ashr "sesungguhnya manusia berada dalam kerugian kecuali yang beriman, beramal sholeh, saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati dalam kesabaran". Kita tidak akan rugi jika kita yakin bahwa apapun yang terjadi pada kita adalah skenario terbaik dari Allah, selanjutnya kita terus berusaha untuk menjalani proses kehidupan dengan kebaikan-kebaikan dan berada dalam lingkungan yang mampu memberikan motivasi di saat kita lemah dan mengingatkan di saat kita salah.
Jangan gelisah dan khawatir dengan segala kesulitan. Orang yang beruntung bukanlah orang yang tidak pernah mengalami kesulitan, tetapi orang yang mampu menjadikan kesulitan sebagai sarana meningkatkan keimanan dan ladang kebaikan (amal sholeh).
Share this article :

TWIIT

MTA.OR.ID |

GALERI RUFAIDHOH HERBA CENTER

hidayatullah.com

 
Support : Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. PESANTREN KHALIFAH INSAN MULIA - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website